Cerita yang Bertanya
Sirnakah keraguanku dengan doa dikala jarak dan waktu
merongrong untuk bersua namun dayaku tak kuasa?
Masihkah lauh mahfudz menuliskaan ceritanya?
Mungkinkah cerita ini akan berakhir seperti Adam dan Hawa
di jabal Rahmah?
Ataukah seperrti Nuh yang terpisah dalam kedukaan dan
kepedihan?
Aku tak bisa seperti Nawawi yang setia hingga akhir
nafasnya bercinta dengan Sang Kekasih
dalam goresan tinta
Aku bukan pula Ibrahim bin Adham yang membuang mahkota
menjadi nestapa
Cintaku pudar dan fana’ karena aku bukan pecinta sejati
Akankah sirna semua ini?
Aku tak sanggup bila harus seperti Musa yang harus
terpisah karna ketidaksabarannya
Biarlah aku bersama angin yang selalu tertiup
Merangkai angan dalam tinta-Nya
Merajut asa untuk bersamanya
Komentar
Posting Komentar